Bumi dan Manusia sebagai Penghuni Bumi
A. Sejarah Bumi1. Pengertian Bumi
Bumi adalah planet tempat tinggal seluruh makhluk hidup beserta isinya. Kira-kira 250 juta tahun yang lalu sebagian besar kerak benua di Bumi merupakan satu massa daratan yang dikenal sebagai Pangea. Kemudian, kira-kira dua ratus juta tahun yang lalu Pangea terpecah menjadi dua benua besar yaitu Laurasia, yang sekarang terdiri dari Amerika Utara, Eropa, sebagian Asia Tengah dan Asia Timur; dan Gondwana yang terdiri dari Amerika Selatan, Afrika India, Australia dan bagian Asia lainnya. Bagian-bagian dan dua benua besar ini kemudian terpecah-pecah, hanyut dan bertubrukan dengan bagian lain.
2. Teori-teori tentang proses terbentuknya bumi
a) Teori Kabut(Nebula)
Salah satunya adalah teori kabut (nebula) yang dikemukakan oleh Immanuel Kant (1755) dan Piere De Laplace(1796).Mereka terkenal dengan Teori Kabut Kant-Laplace. Dalam teori ini dikemukakan bahwa di jagat raya terdapat gas yang kemudian berkumpul menjadi kabut (nebula). Gaya tarik-menarik antar gas ini membentuk kumpulan kabut yang sangat besar dan berputar semakin cepat. Dalam proses perputaran yang sangat cepat ini, materi kabut bagian khatulistiwa terlempar memisah dan memadat (karena pendinginan). Bagian yang terlempar inilah yang kemudian menjadi planet-planet dalam tata surya.
b) Teori Planetisimal
Pada awal abad ke-20, Forest Ray Moulton, seorang ahli astronomi Amerika bersama rekannya Thomas C.Chamberlain, teori Planetisimal Hypothesis, yang mengatakan matahari terdiri dari massa gas bermassa besar sekali, Pada suatu saat melintas bintang lain yang ukurannya hampir sama dengan matahari, bintang tersebut melintas begitu dekat sehingga hampir menjadi tabrakan. Materi-materi yang terlempar mulai menyusut dan membentuk gumpalan-gumpalan yang disebut planetisimal. Planetisimal- Planetisimal lalu menjadi dingin dan padat yang pada akhirnya membentuk planet-planet yang mengelilingi matahari.
c) Tori Pasang Surut Gas(Tidal)
Teori ini dikemukakan oleh James Jeans dan Harold Jeffreys pada tahun 1918, yakni bahwa sebuah bintang besar mendekati matahari dalam jarak pendek, sehingga menyebabkan terjadinya pasang surut pada tubuh matahari, saat matahari itu masih berada dalam keadaan gas. yang disebabkan oleh gaya tarik bintang tadi. Gunung-gunung tersebut akan mencapai tinggi yang luar biasa dan membentuk semacam lidah pijar yang besar sekali, menjulur dari massa matahari dan merentang ke arah bintang besar itu.
d) Teori Bintang Kembar
Teori ini dikemukakan oleh seorang ahli Astronomi R.A Lyttleton. Menurut teori ini, galaksi berasal dari kombinasi bintang kembar. Salah satu bintang meledak sehingga banyak material yang terlempar. Karena bintang yang tidak meledak mempunyai gaya gravitasi yang masih kuat, maka sebaran pecahan ledakan bintang tersebut mengelilingi bintang yang tidak meledak itu. Bintang yang tidak meledak itu sekarang disebut dengan matahari, sedangkan pecahan bintang yang lain adalah planet-planet yang mengelilinginya.
e) Teori Big Bang
Berdasarkan Theory Big Bang, proses terbentuknya bumi berawal dari puluhan milyar tahun yang lalu. Pada awalnya terdapat gumpalan kabut raksasa yang berputar pada porosnya. Putaran tersebut memungkinkan bagian-bagian kecil dan ringan terlempar ke luar dan bagian besar berkumpul di pusat, membentuk cakram raksasa.
Dalam perkembangannya, planet bumi terus mengalami proses secara bertahap hingga terbentuk seperti sekarang ini. Ada tiga tahap dalam proses pembentukan bumi, yaitu:
Awalnya, bumi masih merupakan planet homogen dan belum mengalami perlapisan atau perbedaan unsur.
Pembentukan perlapisan struktur bumi yang diawali dengan terjadinya diferensiasi. Material besi yang berat jenisnya lebih besar akan tenggelam, sedangkan yang berat jenisnya lebih ringan akan bergerak ke permukaan.
Bumi terbagi menjadi lima lapisan, yaitu inti dalam, inti luar, mantel dalam, mantel luar, dan kerak bumi.
B. Asal usul manusia
a) Arti ras dan asal persebaran manusia.
Istilah ras (banu) adalah khusus menyangkut cirri-ciri jasmani pada manusia yang diwariskan turun menurun. Ras sebenarnya masuk bahasan dalam antropologi fisik atau ragawitetapi dalam geografi juga dibicarakan, mengingat persebarannya dipermukaan bumi ada sangkut-pautnya dengan iklim, sejarah geologi wilyah, arus laut, pemindahan bangsa, peperangan dan sebgainya.
Jacob dan stren dalam buku general anthropology membahas 11 ciri-ciri jasmani manusia secara rasial yang disederhanakan demikian.
1. Tinggi badan
Tinggi badan manusia berbeda-beda dan ini merupakan cirri anatomis yang sukar dijelaskan.
2. Bentuk kepala
Para antropolog fisik mengunakan ukuran baku yang namanya cephalicius index ; angkanya diperoleh dengan ini lebar maksimum kepala dibagi panjang maksimunnya lalu dikalikan 100. Jika ahasilnya kurang dari 75 itu bentuk kepala panjang (dolicho-cephalis), jika antara 75 dan 79,9 itu kepala sedang (mesocephalis), dan jika 80 lebih, itu kepala pendek (brachycephalis).
Bangsa-bangsa negrid tegolong dolichocephalis, bangsa Eropa Utara dan Selatan serta abangsa Indian di distrik-distrik pantai. Di Eropa Tengah dari Barat ke Timur ada jalur wilayah yang penduduknya serba aneka bentuk kepalanya,dari mesocephalis sampai ektrem brachycpalis.demikian pula yang terdapat pada Bangsa-bangsa mongolid di Asia. Bentuk brachycpalis dianggap lebih modern dibandingkan yang dolichocepalis.
3. Ukuran otak
Individu Yang sehat dan cerdas dimana-mana terdapat ukuran otak kecil (1000cc-1500cc) dan ukuran besar (lebih 1800cc). di luar ukuran itu 1000-1800cc terjadi kelainan yang negatif sifatnya bagi orang yang bersangkutan. Tengkorak kaum laki-laki antara 1300-1500cc sedangkan kaum wanitanya 150-170cc lebih kecil dari itu.
4. Warna Mata
Warna mata pada bangsa yang masuk ras kaukasid warna irisnya biru,hijau atau kelabu. Tiga warna itu dalam bahasa kita disebut warna mata kucing.pada ras lain mongolid dan negrid warna irisnya coklat sampai hitam.
5. Warna kulit
Warna kulit itu berdasarkan banyak atau sedikitnya konsentrasi butiran pigmen pada bagian dalam kulit tubuh manusia.misalnya Ras negrid hitam gelap , ras mongolid kuning, ras paleo mongolid (ras melayu) dari coklat ke kuning langsat. Sebagai kesimpulan dapat dikatakan bahwa, bangsa-bangsa yang paling sedikit pigmennya adalah golongan ras kaukasid serta bangsa ainu di jepang. Dengan pigmentasi sedang bangsa mongolid, pygmi afrika di kongo, bangsa hottentot-bushmen di afrika selatan dan bangsa mikronesia-polinesia. Adapun bangsa dengan pigmentasi terbanyak: bangsa negrid afrika, wedidid, pygmi timur jauh , Melanesia dan autralid. Tentang bangsa Indonesia: kita golongkan cabang mongolid dengan nama poleomongolid.
6. Tektur rambut
Bangsa-bangsa mongolid dan paleomongolid juga sebagian kausid bersambut lurus. Yang rambutnya bergelombang adalah bangsa –bangsa kaukasid, ainu, australid, weddid, mikronesia dan poliresia; adapun yang keriting (amat atau biasa) bangsa pygmi, negrid malenesia dan beberapa bagian dan autralid, kekhususan pada bangsa bushmen-hottentot, rambut mereka berspiral dan warnanya ada yang seperti warana rambut jagung.
7. Bulu tubuh
Bangsa-bangsa yang bulu tubunhnya tebal adalah bangsa kaukasid autralid dan pygmi kongo.
8. Lipatan kelopak mata
Yang dimaksud dengan ini adalah mata sipit yang sitilah asingnya epicantic fold atau plica merginalis arti harfiahnya lipatan tepi.
9. Tipe bentuk tubuh.
Ada tiga jenis tipe seperti leptosom (tinggi kurus),picnicus (pendek gemuk) dan athleticus (gagah perkasa). Pada tiap bangsa 3 tipe yang ada,tetapi di eropa selatan picnicus banyak terdapat (ras mediteran cabang kaukasid) sedang di Eropa Utara tipe Leptosom adalah umum.dan ada pula yang mendasarkan pada gen-gen.
10. Bau Badan
Setiap ras memiliki bau badan yang khas yang di sebut body odor.bau orang asia lain dengan orang eropa dan penyebabnya diduga terletak pada jenis ramuan makanan dan minuman bangsa yang bersangkutan.Orang Asia Tenggara dietnya banyak bersumber pada tetumbuhan dan santan kelapa,sebaliknya orang eropa makan daging dan minum susu sapi.banyak dikonsumsi telur,mentega,dan ikan.
11. golongan darah
Golongan darah A,B,O dan AB kepadatan pada semua ras sehingga dari situ dapat disimpulkan bahwa umat manusia,artinya seketurunan dan sama-sama tergolong homosapiens.
Adapun J.Huxley masih menambahkan lagi ciri-ciri ke-12 yakni bentuk hidung yang diuraikan sebagai berikut : dalam menjalani perkembangannya manusia pengecilan moncong sehingga kahirnya terbentuk hidung sebenarnya mewujudkan tonjolan pada muka belaka.
b) Tempat asal dan persebran ras umat manusia.
Para ahli antroologi fisik menunjuk pada asia tengah. Kawasan ini pernah menglami kenukan atau uplift secara bertahap dan bersama prose situ manusianya mengungsi turun ke tempat-tempat lain bersama berjeni-jenis hewan. Pendpat lain asal manusia satu (monogenesis) dan (polygenesis) namun ada pendapat yang sama yakni bahwa asal homosapiens itu tentunya dari daerah beriklim subtropika atau tropika. Sealin Asia, benua Afrika juga diduga menjadi tempat asal homosapiens.
C. Manusia dan kebudayaan serta faktor yang mempengaruhinya.
Hubungan manusia dengan budaya sangatlah erat karena dari kata manusia yang artinya ciptaan Tuhan yang berakal budi yang sangatlah istimewa dari ciptaan Tuhan yang lainnya. Sedangkan Budaya itu sendiri adalah ciptaan manusia yang berasal dari tingkah laku serta lingkungan pada kehidupan manusia itu sendiri sehingga terciptalah kata kebudayaan yang artinya budaya yang diciptakan oleh akal budi manusia, oleh sebab itu budaya dan manusia tidak bisa dipisahkan.
Budaya manusia itu sendiri berbeda-beda yang disebabkan oleh banyak faktor seperti daerah, turun-temurun, tingkat sosial, lingkungan, kemajuan IPTEK dan lain sebagainya. Hal ini menimbulkan banyaknya tarian, lagu, kebiasaan dan tatanan kehidupan lainnya di setiap daerah yang berbeda, apalagi seperti di Indonesia yang memiliki banyak sekali daerah dan bermacam-macam suku. Contoh kebiasaan berbudaya dalam daerah Manado belum tentu sama dengan kehidupan berbudaya suku Bugis. Manusia mempunyai empat kedudukan kebudayaan :
1. Penganut Kebudayaan
2. Pembawa Kebudayaan
3. Manipulator Kebudayaan
4. Pencipta Kebudayaan.
Faktor-faktor yang mendorong :
a) Kontak dengan kebudayaan lain
b) Sistem pendidikan yang maju
c) Sikap menghargai hasil karya orang lain dan keinginan untuk maju
d) Toleransi terhadap perbuatan menyimpang
e) Sistem lapisan masyarakat yang terbuka
f) Penduduk yang heterogen
g) Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu
h) Orientasi ke depan
i) Nilai meningkatkan taraf hidup
Faktor-faktor yang menghambat
a) Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain
b) Perkembangan ilmu pengetahuan yang lambat
c) Sikap masyarakat yang tradisional
d) Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat (vested Interest)
e) Rasa takut terjadinya kegoyahan dalam integrasi kebudayaan
f) Prasangka terhadap hal baru
g) Hambatan ideologis
h) Kebiasaan
i) Sikap pasrah
D. Aktivitas manusia dalam ruang.
a. Genre de vie dan tata geografis
Setiap kelompok masyarakat mencoba untuk menyesuaikan perkembangan lingkungan setempat. Penyesuaian tersebut merupakan implementasi akal budi atau budaya yang terus mengalami perkembangan. Untuk itulah satu masyarakat dengan masyarakat lain menunjukkan respon yang berbeda dalam mensikapi dinamika alam. Perbedaan tersebut juga menjadi penanda perbedaan tingkat budayanya. Adaptasi manusia terhadap lingkungan merupakan kemampuan manusia menyesuaikan diri terhadap setiap kondisi dan situasi lingkungan yang selalu berubah
Wujud kebudayaan menurut Koentjaraningrat setidaknya meliputi 3 hal, yaitu gagasan atau ide, aktivitas, dan benda-benda. Wujud kebudayaan tersebut merupakan salah satu penanda respon manusia terhadap alam. Proses aktivitas mambentuk pola yang selalu terikat dengan ruang, yaitu permukaan bumi, baik di daratan maupun di lautan.
Respon utama manusia terhadap alam adalah dalam pemenuhan kebutuhan pokok, terutama kebutuhan pakan dan kebutuhan ekonomi lain, sehingga muncul istilah mata pencaharian atau gen re de vie. Jika diperhatikan, mata pencaharian tiap masyarakat berbeda. Tidak perlu membandingkan antar kelompok yang berjauhan, dalam satu kelompok saja banyak yang berbeda. Itu menunjukkan bahwa dalam perkembangan berikutnya respon manusia terhadap alam lebih bersifat personal, bukan komunal lagi.
Sejarah menunjukkan bahwa jenis mata pencaharian manusia membentuk segi tiga yang ujung runcingnya di bawah. Awalnya sederhana, dan meliputi bidang-bidang tertentu saja, kemudian terus berkembang jauh sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun demikian, pentahapan kehidupan manusia dalam hal mata pencarian tidak boleh dilupakan Adapun tahap-tahap kehidupan masyarakat yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi (fundamental occupation) sebagai berikut:
1. Berburu dan meramu
2. Pastoral / menggembala
3. Bertani
4. Pra ndustri
5. Masyarakat pertanian modern dan industry maju
Kegiatan tersebut semakin berkembang seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahkan kegiatan ekonomi sekarang sudah mengalami perubahan orientasi, yaitu dari kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam berubah menjadi sumberdaya berbasis kreatifitas yang dikenal juga dengan istilah ekonomi kreatif.
b. Bidang kegiatan ekonomi
Aktivitas ini muncul karena perbedaan hasil antara satu tempat dengan tempat lain. Perbedaan tersebut mendorong manusia melakukan pertukaran barang baik yang bersifat sederhana atau barter sampai kegiatan niaga modern dalam bentuk pasar ritel. Aktivitas ekonomi komersial meliputi a) pengumpulan atau gathering (fishing, hunting of wild animals, and forest gathering of wild plants), b) budidaya hayati atau bioculture (peternakan, pertanian, dan campuran), c) perpabrikan atau manufacturing (commercial gathering and commercial bioculture), d) transportasi dan perdagangan atau transportation and trade (commercial gathering, commercial bioculture, and manufacturing), e) dan pelayanan jasa atau services.
c. Infrastruktur
Manusia beraktivitas dan senantiasa bersentuhan dengan sesamanya, alam, maupun ruang. Dalam kegiatan sosial ekonomi, perlu didukung oleh sarana dan prasarana. Berdasarkan bentuknya, prasarana dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu berbentuk ruang dan bangunan (space) dan yang berbentuk jaringan. Prasarana berbentuk ruang baerupa a) perlindungan (rumah), b) pelayanan umum (birokrasi), c) kebudayaan berupa bangunan hasil budi daya manusia. Prasarana yang berbentuk jaringan berupa a) system pengangkutan, b) fasilitas umum, c) system pengairan, d) system komunikasi.
sumber:
Banowati, Eva. 2013. Geografi Sosial. Yogyakarta:Ombak
Daljoeni, (1986). Pokok-pokok Geografi Manusia
Getis, Arthur. 2011. Introduction to Geography
Tidak ada komentar:
Posting Komentar