A.
FAKTOR-FAKTOR GEOGRAFIS
Faktor geografis adalah jenis-jenis di dalam
faktor alam yang mempunyai pertalian langsung
atau tak langsung dengan kehidupan manusia dalam
arti memberikan fasilitas kepadanya untuk
menghuni permukaan bumi
sebagai wilayah.
1.
Lokasi
Merupakan
suatu tempat dalam suatu wilayah penting. Demikian ada unsur relasi keruangan
yang
lain seperti posisinya, jaraknya dari tempat lain. Lokasi itu sendiri
memiliki luas serta bentuk
yang ada artinya bagi persatuan bangsa, perkembangan
ekonomi atau kontak dengan wilayah lain
secara kultural maupun politik.
2. Jenis iklim
Jenis
iklim dapat menentukan hasil pertanian. Seperti daerah tropis yang baik untuk perkebunan.
3. Bentuk Relief / topografi
4. Tipe Tanah
Tipe tanah menentukan
kesuburan wilayah, tanah berkapur melahirkan daerah yang
penduduknya yang miskin
dan kurang.
5. Jenis Fauna dan Flora
Faktor
ini juga mempengaruhui kegiatan ekonomi manusia serta mutu pangannya. Seperti
Maluku dengan kekayaan lautannya dan tanaman sagunya
6. Kondisi Air
Faktor ini juga
menentukan dapat tidaknya suatu wilayah dihuni dengan baik sehingga
merupakan kunci
bagi lahirnya peradaban manusia.
7. Sumber-sumber Mineral
Sumber mineral merupakan
segala pontensi alam berupa bahan galian yang terdapat
pada perut bumi yang diperoleh
melalui peroses pertambangan (ekspolasi).
8. Kontak dengan Lautan
Kontak
dengan lautan ini sangat penting bagi peradaban manusia. Daerah yang berada di
persisir
lebih cenderung maju, karena di sana terjadi interaksi dengan
wilayah-wilayah lainnya.
B. Masyarakat
Istilah masyarakat
berasal dari bahasa Arab musyarakah. Dalam bahasa Arab sendiri
masyarakat
disebut dengan sebutan mujtama`, yang menurut Ibn Manzur dalam Lisan al `Arab
mengandung arti (1) pokok dari segala sesuatu, yakni tempat tumbuhnya
keturunan, (2)
kumpulan dari orang banyak yang berbeda-beda. Sedangkan
musyarakah mengandung
arti berserikat, bersekutu dan saling bekerjasama. Jadi
dari kata musyarakah dan mujtama`
sudah dapat ditarik definisi ataupun
pengertian bahwa masyarakat adalah kumpulan dari orang
banyak yang berbeda-beda
tetapi menyatu dalam ikatan kerjasama, dan mematuhi peraturan
yang disepakati
bersama. Begitu pula menurut pendapat para ahli dibidannya bahwa pengertian
atau definisi masyarakat pada dasarnya adalah sama yaitu sejumlah manusia yang merupakan
satu kesatuan golongan yang berhubungan tetap dan mempunyai
kepentingan yang sama. Meski
pada konteks nya berbeda-beda.
C. Strukutr Sosial
Struktur
merupakan susunan terhadap suatu yang memiliki bagian atau unsur-unsur dan
membentuk suatu susunan. Menurut Koentjaraningrat, mengatakan struktur sosial
kerangka yang
dapat menggambarkan kaitan antara perbehal eleman dalam
masyarakat. Dan menurut Soeleman
B . Taneko mengatakan bahwa struktur sosial adalah
keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosal
yang pokok yakni kaidah-kaidah
sosial, lembaga-lembaga sosial, kelompok sosial serta lapisan
sosial.
Hal-hal
yang memengaruhi struktur sosial masyarakat Indonesia adalah sbb:
a.
Keadaan geografis Kondisi geografis terdiri dari pulau-pulau yang
terpisah. Masyarakatnya kemudian mengembangkan bahasa, perilaku, dan
ikatan-ikatan kebudayaan yang berbeda satu sama lain.
b.
Mata pencaharian Masyarakat Indonesia memiliki mata pencaharian yang
beragam, antara lain sebagai petani, nelayan, ataupun sektor industri.
c.
Pembangunan, Pembangunan dapat
memengaruhi struktur sosial masyarakat Indonesia. Misalnya pembangunan yang
tidak merata antra daerah dapat menciptakan kelompok masyarakat kaya dan
miskin.
D. Nilai-Nilai Sosial
Nilai
sosial adalah kualitas perilaku masyrakat, pikiran dan karakter yang dianggap masyarakat
baik dan benar, hasil yang diinginkan layak yang ditiru oleh setiap
orang. Menurut prof. Dr.
Notonegora, S.H, nilai sosial terbagi atas 3, yaitu
1.
Nilai meterial, merupakan yang bersumber dari meteri (kebendaan) dan
biasanya berguna bagi unsur jasmani dan rohani
2.
Nilai vital, suatu ang bersumber
dai sesuatu yang vital (memliki daya atau tenaga) dan berguna untuk melakukan
aktivitas. Seperti kesehatan sangat vintal dalam kehidupan manusia.
3.
Nilai Rohaniah, segala yang bersumber dari jiwa dan berguna bagi
kepentingan rohani manusia. Nilai rohaniah terdiri atas 4 jenis, yaitu :
a.
Nilai kebenaran yang bersumber pada unsur rasio (pikiran)
b.
Nilai keindahan yang bersumber pada unsur rasa
c.
Nilai moral yang bersumber pada kehendak
d.
Nilai religi yang bersumber pada keyakinan dan keimanan pada Tuhan
E.Pengaruh Faktor Geografis terhadap Masyarakat
Faktor lingkungan
menjadi sangat dominan dalam mepengaruhi kepribadian seseorang.
Faktor
geografis yang dimaksud adalah keadaan lingkungan fisik (iklim, topografi, sumberdaya
alam) dan lingkungan sosialnya. Keadaan lingkungan fisik atau
lingkungan sosial tertentu
memengaruhi kepribadian individu atau
kelompok karena manusia harus menyesuaikan
diri dengan lingkungannya.
orang-orang yang
tinggal di daerah pantai memiliki ke pribadian yang lebih keras dan kuat
jika dibandingkan dengan mereka yang tinggal di pegunungan. Masyarakat di
pedesaan
penuh dengan kesederhanaan dibandingkan masyarakat kota. Kebudayaan
mempunyai
pengaruh besar terhadap perilaku dan kepribadian seseorang,
terutama unsur-unsur
kebudayaan yang secara langsung memengaruhi individu.
Kebudayaan dapat menjadi
pedoman hidup manusia dan alat untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
Oleh karena itu, unsur-unsur
kebudayaan yang berkembang di masyarakat dipelajari oleh
individu
agar menjadi bagian dari dirinya dan ia dapat bertahan hidup. Proses mempelajari
unsur-unsur kebudayaan sudah dimulai sejak
kecil sehingga terbentuklah kepribadian-kepribadian
yang
berbeda antarindividu ataupun antarkelompok kebudayaan satu
dengan lainnya.