A. Luas
Bumi Pendukung Kehidupan Manusia
Secara
keseluruhan, 83 persen dari total permukaan tanah di bumi, dan 98 persen di
antaranya di manfaatkan untuk aktifitas manusia."Ya, manusia memiliki
pengaruh besar pada ekosistem bumi," kata Eric Sanderson, seorang ahli
ekologi.
Indonesia
mempunyai wilayah yang sangat luas yang membentang dari barat ke timur
sepanjang 5.110 km dan membujur dari utara ke selatan sepanjang 1.888 km.Dengan
wilayah seluruhnya mencapai 5.193.252 km2 yang terdiri atas 1.890.754 km2 luas
daratan dan 3.302.498 km2 luas lautan.Luas daratan Indonesia hanya sekitar 1/3
dari luas seluruh Indonesia sedangkan 2/3-nya berupa lautan.Dengan perbandingan
itu Indonesia dijuluki sebagai negara maritim atau negara kelautan.Berdasarkan
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1983 tentang Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE),Indonesia
telah disetujui secara internasional untuk memperluas wilayah lautnya .Zona
Ekonomi Eksklusif Indonesia adalah jalur di luar dan berbatasan dengan laut
wilayah Indonesia.
B.
Pengertian
Sumber Daya Alam
Sumber daya alam merupakan segala
sesuatu yang disediakan oleh alam semeseta ini yang bisa digunakan untuk
memenuhi kebutuhan hidup manusia. Sumber daya alam bisa dalam bentuk apa saja
dan bisa berada dimana saja. Sumber daya alam bisa ada di dalam tanah, air,
udara dan masih banyak lagi lainnya. Sedangkan untuk bentuk sumber daya alam
bisa berupa barang, benda, fenomena, suasana, udara dan lain sebagainya.
Sumber daya alam yang ada di bumi
ini terbagi menjadi berberapa kelompok.
1. Berdasarkan
Jenisnya.
a.
Sumber daya alam hayati.
Sumber daya alam ini merupakan
sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup. Sumber daya alam hayati juga
termasuk dalam komponen biotik dimana terdiri dari hewan, tumbuhan dan juga mikroorganisme.
- Sumber daya alam abiotik.
Sumber daya alam ini terdiri dari
benda-benda mati dan tidak memiliki nyawa. Contoh dari sumber daya ini adalah
bahan tambang, air, udara dan juga bebatuan. Sumber daya ini jika habis
tergolong sebagai sumber daya yang tidak bisa diperbarui.
2.
Berdasarkan Sifatnya.
a.
Dapat diperbarui.
Salah satu jenis sumber daya alam
berdasarkan sifatnya adalah dapat diperbarui. Contoh dari sumber daya alam yang
dapat diperbarui adalah air, tumbuhan, hasil hutan dan masih banyak lagi lainnya.
b. Tidak
dapat diperbarui.
Sumber daya alam berdasarkan
sifatnya ada yang tidak dapat diperbarui dan hanya bisa digunakan sekali saja.
Sumber daya alam itu juga tidak bisa dilestarikan mudah sekali punah jika
jumlahnya telah habis. contohnya saja adalah minyak bumi, gas, batubara, timah
dan hasil tambang lainnya.
c. Tidak
terbatas jumlahnya.
Sumber daya alam ini merupakan sumber daya alam yang akan
selalu ada dan jumlahnya tidak terbatas. Contoh sumber daya alam yang tidak
terbatas jumlahnya adalah arus air laut, udara dan juga sinar matahari.
3.
Berdasarkan Kegunaan,
a.
Penghasil bahan baku.
Sumber daya alam berdasarkan
kegunaannya adalah sebagai penghasil bahan baku. Sumber daya alam digunakan
sebagai barang lain baik dilihat dari bentuknya maupun fungsinya. Sehingga
nilai jual atau kegunaan dari barang tersebut akan lebih tinggi. Contoh dari
hasil hutan, barang tambang, hasil pertanian dan masih banyak lagi lainnya.
b. Penghasil
energi.
Sumber daya alam juga bisa digunakan
sebagai penghasil energi. Sumber daya alam penghasil energi adalah sumber daya
alam yang bisa digunakan untuk menghasilkan energi dan juga untuk memproduksi
energi. Contoh dari sumber daya alam yang digunakan sebagai penghasil energi
dan memproduksi energi adalah ombak, panas yang ada dimuka bumi ini, arus
sungai, sinar matahari yang ada di muka bumi, minyak bumi, gas alam dan
sebagainya.
A.
Persebaran dan Potensi SDA di Dunia
Kekayaan sumber
daya alam tersebut meliputi bahan tambang, hutan, laut dan sebagainya. Gambaran
umum kekayaan sumber daya alam dan perbandingannya dengan beberap anegara maju
di dunia dapat dipelajari pada uraian berikut;
a.
Hutan
Kekayaan hutan Indonesia merupakan salah satu yang
terbesar di dunia selain Brazil dan Zaire. Berdasarkan Catatan Kementerian
Kehutanan Republik Indonesia tahun 2011, hutan Indonesia mencapai 99,6 juta
hektar. Namun sayangnya luas hutan tersebut selama ini telah mengalami
penurunan yang cukup besar. Bahkan, sejumlah sumber menyebutkan laju kerusakan
hutan Indonesia merupakan yang terbesar di dunia. Laju kerusakan hutan mencapai
610.375,92 ha per tahun dan tercatat sebagai tiga terbesar di dunia.
Pada peta sebaran hutan Indonesia dan dunia
menunjukkan bahwa luas hutan di tiap negara beragam, Oleh karena itu, tidak
semua negara mampu memenuhi kebutuhan akan sumber daya yang dihasilkan dari
hutan. Sejumlah negara menjadi importir hasil hutan, khususnya kayu. Indonesia
menjadi pengekspor hasil hutan ke sejumlah negara seperti Malaysia dan Jepang.
Hasil hutan tidak hanya kayu, tetapi juga kekayaan
sumber daya hayati yang hidup didalamnya. Hutan menjadi sumber pangan dan
obat-obatan untuk kebutuhan saat ini maupun untuk kebutuhan masa depan.
Keanekaragaman hayati hutan di Indonesia juga sangat tinggi. Jika dibandingkan
dengan negara lainnya, hanya Brazil dan Zaire yang bisa menandingi
keanekaragaman hutan Indonesia. Oleh karena itu, kita memiliki tanggung jawab
untuk melestarikan hutan dengan berbagai keanekragaman hayatinya, sehingga
hutan kita tidak hanya bermanfaat untuk generasi kita saat ini tetapi juga
generasi yang akan datang.
b.
Minyak Bumi
Perhatikan peta sebaran minyak bumi dunia berukut,
disitu terlihat hanya negara-negara tertentu saja yang memiliki cadangan minyak
bumi.
Dalam tahun 2006, Saudi Arabia merupakan penghasil
minyak bumi terbesar di dunia diikuti oleh Rusia dan Amerika Serikat. Sementara
itu, konsumen minyak bumi terbesar di dunia adalah Amerika Serikat (20,6 juta
barel per hari). China dan Jepang merupakan konsumen terbesar berikutnya.
c.
Gas
Alam
Negara yang memiliki cadangan gas alam secara
berurutan: Rusia 48 triliun meter kubik, Iran 27 triliun meter kubik, dan Qatar
26 triliun meter kubik. Walaupun persentasenya kecil, namun Indonesia merupakan
negara pengekspor gas alam terbesar di dunia. Negara tujuan ekspor gas alam Indonesia
adalah Jepang, Korea, Taiwan, China, dan AS.
d.
Batu
Bara
Batu bara sebagai bahan bakar telah digunakan sejak
berabad-abad yang lalu. Pada awalnya, batu bara mengubah sejarah dunia modern
dengan mendorong Revolusi Industri di Inggris. Selama Revolusi Industri pada
abad ke-18 dan 19, kebutuhan akan batu bara amat mendesak. Penemuan
revolusional mesin uap oleh James Watt, yang dipatenkan pada tahun 1769, sangat
berperan dalam pertumbuhan penggunaan batu bara.
Negara ini menjadi negara pengekspor batu bara
terbesar di dunia karena masih minimnya pemanfaatan batu bara didalam negeri.
Negara tujuan ekspor batu bara Indonesia diantaranya adalah Hongkong, Taiwan,
Cina, Korea Selatan, Jepang, India, Eropa, dan Italia.
Sebaran batu bara dunia menunjukkan adanya negara
penghasil batu bara. Negara penghasil batu bara terbatas jumlahnya, yaitu China
(3,6 miliar ton), Amerika Serikat (800 juta-1 miliar ton), India (585 juta
ton), Australia (414 juta ton), Indonesia (376 juta ton), Rusia (334 juta ton),
afrika Selatan (253 juta ton), Jerman (189 juta ton), Polandia (139 juta ton)
dan Kazakhstan (117 juta ton). Namun, China dan Amerika hanya sedikit
mengekspor batu bara karena kebutuhan dalam negerinya sangat besar.
e.
Sumber Daya
Laut
Menurut laporan FAO (Food and Agricultural
Organization), potensi lestari sumber daya perikanan tangkap laut Indonesia
mencapai sekitar 6,5 juta ton/tahun, dengan tingkat pemanfaatannya mencapai
5,71 juta ton/tahun.
Jika dibandingkan dengan negara lain, produksi ikan
tangkap Indonesia menempati urutan ketiga di dunia setelah China dan Peru.
Sementara itu, untuk produksi ikan budi daya, Indonesia menempati urutan
keempat setelah China, India, dan Vietnam (FAO, 2009). Kekayaan laut Indonesia
juga terlihat dari keanekaragaman hayati biota laut. Laut Indonesia memiliki
8.500 spesies ikan, 555 spesies rumput laut, dan 950 spesies biota terumbu
karang. Oleh karena itu, tidak heran jika Indonesia merupakan negara dengan
keanekaragaman hayati laut terbesar di dunia (Marine Mega-Biodiversity).
Salah
satu contoh hasil sumber laut, penghasil Hiu di dunia
B.
Persebaran dan potensi SDA di
Indonesia
Dilihat secara geologis, Indonesia berada pada pertemuan
tiga lempeng, yaitu Indo-Australia,
Eurasia, dan Pasifik,
sehingga memunculkan deretan gunung api di Indonesia. Deretan gunung api akan
membentuk tanah yang subur dan dapat mendukung pertumbuhan tanaman dan kaya
akan bahan galian. Selain itu Indonesia juga memiliki laut yang luas (2/3
bagian) dan garis pantai yang sangat panjang. sebagai Negara maritime yang di
kepung oleh dua samudera yaitu samudera Indonesia dan Samudera Pasifik
mendukung sekali untuk sumber daya hayati dari makhluk hidup di laut.
Sumber daya alam Indonesia yang banyak dan beraneka ragam
sudah dikenal oleh bangsa lain sejak dulu. Yang mendatangkan bangsa Portugis,
Spanyol, Inggris, bahkan Belanda datang ke Nusantara pada waktu itu adalah Wangi
cengkeh, pala dan lada yang pada zaman itu harganya hampir setara dengan harga
emas.
Indonesia pada zaman dahulu di sebut
sebagai zamrud khatilistiwa oleh para penjajah. Hal ini senada dengan yang di
tuliskan oleh Multatuli dalam Max
Havelaar (1860) dikutip dalam buku Ahmad Arif Hidup mati di negeri cincin api 2013:23) yang menyatakan sebagai
berikut:
Dari
Maluku belanda menyebar wilayah jajahannya ke seluruh wilayah nusantara, mereka
membangun kekuasanya di pulau jawa di bawah piminan Cornelis de Houtman. Pada
akhirnya mereka menemukan bahwa nusantara bukan
hanya cengkeh, pala dan lada. Kepulaan itu di anugrahi alam yang elok,
subur,dan memiliki kekayaan yang berlimpah sehingga di juluki oleh Multatuli dalam
Max Havelaar (1860) sebagai deretan
kepulaan di khatulistiwa yang teruntai laksana zamrud.
Sumber daya alam di Indonesia bias kita kelompokan
menjadi dua yang pertama itu sumber daya
hayati dan sumber daya tambang.
1.
Sumber
daya alam hayati
Sebagaimana sudah di jelaskan diatas bahwa sumber daya alam
hayati itu adalah sumber daya alam yang berasal dari mahluk hidup, bisa dari
hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme. Rimba-rimba yang terkepung lautan menjadi
rumah bagi flora dan fauna di negeri ini.
a. SDA hewani
Di Negara maritime ini tidak hanya kaya akan pulau-pulau
yang terapung diatas samudera yang luas, sumber daya alam dari segi hewani sangat
menabjubkan. Adanya tiga lempeng yang
berjejer dari sabang sampai maroke membuat fauna di Indonesia ini di bagi
menjadi dua bagian, yaitu bagian barat dan timur. Senada dengan hal tersebut tulisan Ahmad Arif dalam
bukunya Hidup Mati di Negeri Cincin Api
(2013:27) yang menyatakan sebagai berikut.
Wallace
membagi nusantara menjadi dua wilayah persebaran fauna, satu di timur dan
satunya di barat. Jika di tarik garis melalui selat Makasar dan selat Lombok,
maka di sebelah barat dari garis itu akan kita temukan satwa khas Asia; dan di
sebelah timur akan di jumpai satwa khas Australia.
Kuswata Kartawinata dan Anthony J.
Whitten (1991) mencatat, meskipun hanya meliputi sekitar 1,3 persen dari luas
daratan Bumi, tidak ada satu negeri pun selain Indonesia yang mempunyai begitu
banyak mamalia yaitu, mencapai 479 jenis
atau seperdelapan dari jumlah yang ada di dunia. Satu dari enam burung, amfibi,
reptile dunia terdapat di Indonesia.
Gambar 1.1 peta
persebaran Fauna di Indonesia
Sumber: internet diakses 20 september
2016
b.
SDA Tumbuhan
Indonesia
itu adalah rumah bagi lahir matinya gunung api tercatat ada sekitar 400 gunung
api di Indonesia dan sekitar 127 di antaranya merupakan gunung api aktif yang
sewaktu-waktu bias meletus. Abu vulkanik akibat letusan gunung-gunung api itu
menjamin pasokan hara tanah tetap terjaga. Di tambah lagi dengan iklim
tropisnya matahari meninyari bumi Nusantara hampir sepanjang tahun. Dan dari
alasan tersebutlah penjajah belanda melahirkan system tanam paksa, Belanda lalu
membawa berbagai tanaman komersial seperti kopi, teh, kakao, tembakau, kelapa
sawit dan karet ke negeri zamrud ini.
Tidak bias di hilangkan akibat
pertemuan tiga lempeng Wilayah Flora di Indonesia menjadi beragam dan
heterogen. Persebaran flora di Indonesia terbentuk karena adanya peristiwa
geologis yang terjadi pada jutaan tahun yang lalu, yaitu pada masa pencairan es
(zaman glasial). Beberapa wilayah perairan baru di sekitar Indonesia
yang terbentuk pada masa berakhirnya zaman glasial itu adalah Laut Jawa yang
terdapat di daerah Dangkalan Sunda dan Laut Arafuru yang terdapat di daerah
Dangkalan Sahul.
Akibat terjadi pencairan es
persebaran flora di Indonesia terbagi atas tiga wilayah bagian barat, tengah
dan bagian timur. Ciri-ciri tersebut dapat di jelaskan seperti berikut.
a) Flora wilayah barat
Wilayah flora bagian barat ini
meliputi pulau Sumatera, pulau Jawa, pulau Kalimantan, dan pulau Bali. Jenis
flora yang ada diketiga pulau tersebut seperti bunga Raflesia Arnoldi yang di
temukan di Sumatera di jawa lebih di kenal dengan bunga Sluweg tapi ukuranya
lebih kecil di banding yang di sumatera. Dan di Kaimantan juga ada tumbuhan
seperti kantong semar dan kayu meranti.
·
Memiliki
kawasan mangrove atau hutan bakau yang banyak di sekitar pantai.
·
Jenis
tumbuhanya sangat beragam.
·
Kayu
di dalam hutannya memiliki banyak manfaat seperti kayu jati, kayu mahoni, dan
jenis kayu lainnya yang sering di gunakan untuk bangunan rumah.
Gambar
1.2 Persebaran Hutan Mangrove di Indonesia
Sumber: internet diakses 20 september 2016
Sumber: internet diakses 20 september 2016
b) Flora wilayah Tengah
Wilayah tengah meliputi kepulauan
Nusa Tenggara dan Sulawesi. Di wilayah ini jenis hutanya seragam atau homogen
di dominasi satu tumbuhan saja. Nusa Tenggara memiliki curah hujan yang sedikit
sehingga banyak di jumpai bentang alam sabana dan stepa. Jenis tumbuhan yang
ada di hutan bagian tengah ini seperti pinus, cemara, dan pohon palma.
c) Flora wilayah Timur
Wilayah bagian timur ini mencakup
pulau Maluku dan Papua. Flora khas timur ini adalah pohon matoa (sejenis
rambutan dari papua). Ciri-Ciri Flora nya sebagai berikut.
·
Memiliki
kemiripan dengan benua Australia.
·
Ketinggian
pohonya lebih rendah dari flora bagian barat.
·
Banyak
tanaman semak belukar.
·
Pepohonan
masih jarang.
Gambar 1.3 Peta
persebaran Hasil Bumi pertanian Indonesia
Sumber: internet diakses 20
september 2016
2.
Sumber daya alam tambang
Kekayaan
mineral di negeri ini sudah tidak di ragukan lagi terbukti dengan adanya
pegunungan emas di papua, tidak hanya emas negeri yang pernah di sebut sebagai Macan Asia ini juga di lalui oleh jalur
timah terkaya di dunia, dengan akumulasi minyak dan gas bumi yang tergolong
besar di perut buminya.
secara
alami minyak bumi yang ada saat ini dibuat oleh alam ini bahan dasarnya dari
ganggang, selain ganggang, biota-biota lain yang berupa daun-daunan juga dapat
menjadi sumber minyak bumi. Tetapi ganggang merupakan biota terpenting dalam
menghasilkan minyak. Setelah ganggang-ganggang ini mati, maka akan teredapkan
di dasar cekungan sedimen. Keberadaan ganggang ini bisa juga dilaut maupun di
sebuah danau. Kelimpahan alam di negeri ini tidak terlepas dari gejolak geologi
yang hiperaktif. Jalur emas di sumatera misalnya ternyata berimpit dengan jarul
patahan sebagaimana di sebutkan M.J. Crow dan T.M. Van Leeuwen (2005).
Indonesia
adalah negeri yang kaya akan hasil tambangnya dari sabang sampai maroke itu
terdapat galian-galian tambang yang bernilai ekonomis. Dalam kesempatan ini
penulis ingin menyampaikan jenis persebaran tambang dan tempat lokasinya.
a. Minyak
Bumi dan Gas
Minyak bumi dan gas merupakan sumber
energi utama yang saat ini banyak dipakai untuk keperluan industri,
transportasi, dan rumah tangga. Cadangan minyak bumi Indonesia terus berkurang
seiring dengan pengambilan atau eksploitasi yang terus dilakukan.
Table 1.1 Daftar lokasi penghasil Minyak Bumi
b. Batu
Bara
Batu bara adalah batuan sedimen yang
terbentuk dari sisa tumbuhan yang telah mati dan mengendap selama jutaan tahun
yang lalu. Batu bara digunakan sebagai sumber energi untuk berbagai keperluan.
Energi yang dihasilkan batu bara
dapat digunakan untuk pembangkit listrik, untuk keperluan rumah tangga (memasak), pembakaran pada industri batu bata atau genteng, semen, batu kapur, bijih besi dan baja, industri kimia, dan lain-lain.
dapat digunakan untuk pembangkit listrik, untuk keperluan rumah tangga (memasak), pembakaran pada industri batu bata atau genteng, semen, batu kapur, bijih besi dan baja, industri kimia, dan lain-lain.
Cadangan batu bara Indonesia merupakan yang ke-6 terbesar di
dunia dengan jumlah produksi mencapai 246 juta ton. Batu bara dapat dijumpai di
sejumlah pulau, yaitu Kalimantan dan Sumatra. Potensi batu bara di kedua pulau
tersebut sangat besar.
Pertambangan batu bara di Kalimantan terdapat di Kalimantan
Timur (Lembah Sungai Berau dan Samarinda), Sumatra Barat (Ombilin dan
Sawahlunto), Sumatra Selatan (Bukit Asam dan Tanjung Enim).
c.
Bauksit
Bauksit adalah sumber bijih utama untuk menghasilkan
aluminium. Bauksit bermanfaat untuk industri logam, kimia, dan matulergi.
Indonesia memiliki potensi bauksit yang cukup besar dengan produksi mencapai
1.262.710 ton. Bauksit ditambang di daerah Riau (Pulau Bintan) dan Kalimantan
Barat (Singkawang).
d.
Pasir
Besi
Pasir besi dimanfaatkan untuk industri logam besi dan
industri semen. Aktivitas penambangan pasir besi dapat ditemukan di Cilacap
(Jawa Tengah), Sumatra, Lombok, Yogyakarta, Gunung Tegak (Lampung), Pegunungan
Verbeek (Sulawesi Selatan), dan Pulau Sebuku (Kalimantan Selatan).
e.
Emas
Emas umumnya dimanfaatkan untuk perhiasan. Berdasarkan data
Tekmira ESDM, produksi emas Indonesia pada tahun 2003 mencapai 141.019 ton.
Emas antara lain ditambang di daerah Jawa Barat (Cikotok dan Pongkor), Papua
(Freeport, Timika), Kalimantan Barat (Sambas), Nanggroe Aceh Darussalam
(Meulaboh), Sulawesi Utara (Bolaang Mongondow, Minahasa), Riau (Logos), dan
Bengkulu (Rejang Lebong).
f.
Timah
Timah dimanfaatkan sebagai bahan baku logam pelapis, solder,
cendera mata, dan lain-lain. Aktivitas penambangan timah terdapat di Sungai
Liat (Pulau Bangka), Manggara (Pulau Belitung), dan Dabo (Pulau Singkep) serta
Pulau Karimun.
g.
Tembaga
Tembaga banyak dimanfaatkan dalam industri peralatan
listrik, industri konstruksi, pesawat terbang, kapal laut, atap, pipa ledeng,
dekorasi rumah, mesin-mesin pertanian, pengatur suhu ruangan, dan lain-lain.
Aktivitas penambangan tembaga terdapat di Papua oleh PT. Freeport.
h.
.
Nikel
Nikel adalah bahan paduan logam yang banyak digunakan pada
industri logam. Nikel ditambang di daerah Soroako, Sulawesi Tenggara. Daerah
lain yang memiliki potensi nikel adalah Papua dan Maluku.
i.
Aspal
Nikel adalah bahan paduan logam yang banyak digunakan pada
industri logam. Nikel ditambang di daerah Soroako, Sulawesi Tenggara. Daerah
lain yang memiliki potensi nikel adalah Papua dan Maluku.
j.
Mangan
Mangan banyak digunakan untuk proses pembuatan besi baja,
pembuatan baterai kering, keramik, gelas, dan sebagainya. Mangan ditambang di
daerah Tasikmalaya (Jawa Barat), Kiripan (Yogyakarta), dan Martapura
(Kalimantan Selatan).
k.
Belerang
Belerang banyak ditemukan di Gunung Welirang, Jawa Timur dan
Gunung Patuha, Jawa Barat.
l.
Marmer
Marmer terbentuk dari proses malihan batu gamping atau batu
kapur. Suhu dan tekanan bekerja pada batu gamping karena adanya tenaga endogen
atau tenaga dari dalam bumi. Marmer banyak digunakan untuk seni pahat, patung,
meja, dinding, lantai rumah, dan lain-lain. Marmer ditambang di Tulungagung (Jawa
Timur), Lampung, dan Makassar.
m.
Yodium
Yodium digunakan sebagai bahan baku utama untuk larutan obat
dalam alkohol, kesehatan, herbisida, industri desinfektan, serta digunakan
dalam garam agar lebih sehat. Yodium ditambang di Semarang (Jawa Tengah) dan
Mojokerto (Jawa Timur).
C.
Makna
Sumber Daya Alam sebgai Penyangga Kehidupan
Alam sebagai
tempat hidup manusia menyediakan segala potensi untuk kehidupan manusia, sedang
manusia (sebagai penghuni bumi) memanfaatkan lingkungan (sumber daya alam)
untuk kepentingan hidupnya (menyejahterakan hidupnya sesuai dengan tingkat ilmu
pengetahuan dan tekhnologi yang dikuasainya). Dalam proses kehidupan system
inilah manusia dapat memengaruhi alam sekelilingnya dan sebaliknya keadaan alam
sekeliling dapat memengaruhi terhadap upaya manusia dalam usaha memenuhi
berbagi kebutuhannya. Besar peran manusia dalam sistem kehidupan sekaligus
mempunyai tanggung jawab untuk melestarikan sumber daya alam. Jadi dalam
mengelola dan memperlakukan alam sekitar atau sumber daya alam, mausia harus
berwawasan, lingkungan yaitu manusia selalu menjaga hubungan yang serasi dengan
lingkungan hidupnya ataudengan sumber daya alam di sekitarnya.
Berbagai
aktivitas yang dilakukan penduduk atau manusia akan berpengaruh terhadap
kondisi lingkungan secara menyeluruh ketika jumlah penduduk masih sedikit dan
tekhnologi belum berkembang. Upaya penduduk atau manusia untuk mengeksploitasi
lingkungan tidak banyak berpengaruh. Begitu jumlah penduduk bertambah dengan
cepat kemampuan lingkungan tidak banyak berpengaruh. Begitu jumlah penduduk
bertambah dengan cepat kemampuan
lingkungan untuk mendukung kehidupan penduduk makin berkurang. Bahkan aktivitas
penduduk beberapa belahan dunia telah melampui kemampuan lingkungan memperbaiki
diri, yang terjadi di akhirnya adalah degeredasi lingkungan yang berdampak
buruk bagi manusia. Upaya penduduk untuk meningkatkan taraf hidup dilakukan
antara lain dengan melakukan industrilisasi yang bertujuan untuk memproduksi
kebutuhan manusia secara massal. Proses industrialisasi berlangsung dengan
sangat pesat berpengaruh terhdap angka
pertunbuhan ekonomi yang cukup tinggi dalam dua dekade terakhir, sebelum
krisis moneter Indonesia melanda.
Pada hakikatnya
manusia yang berwawasan lingkungan adalah manusia yang sadar terhadap dan
berprilaku demi tercapainya hubungan yang serasi antara dirinya dan lingkungan
hidupnya. Hubungan tersebut dalam arti dinamis, yaitu dalam kegiatan
meningkatkan kesejahteraannya, manuisa harus bertindak secara rasional dan
penuh rasa tanggung jawab, lingkungan hidup memiliki daya dukung bagi kehidupan
manusia dan makhluk hidup lainnya; lingkungan hidup memiliki sumber daya hayati
dan non hayati yang berpotensi untuk memberikan kehidupan bagi manusia dan
makhluk hidup lainnya. Tinggi rendahnya daya dukung lingkungan tergantung pada
kualitas dan kuantitas sumber daya yang tersedia termasuk kualitas sumber daya
manusianya. Disamping itu juga faktor ilmu dan tekhnologi yang dikuasi manusia.
Kondisi pertumbuhan penduduk yang cepat merugikan bagi lingkungan, antara lain:
1. Timbulnya
daerah-daerah yang padat dan kumuh.
2. Luas
lahan pertanian makin menyempit, mengakibatkan produksi pertanian makin
berkurang sebagai kibat jumlah penduduk terus bertambah, diperlukan berbagai
macam industry mengakibatkan penggunaan sumber daya alam secara intensif dan
semakin besar pencemaran akibat dari limbah industry.
3. Pengelolaan
dan penguasaan sumber daya alam yang ekstensif mengakibatkan makin merosotnya
jumlah persediaan sumber daya alam.
D.
Eksplorasi
dan Eksploitasi SDA di Indonesia dan permasalahannya.
a.
Eksploitasi SDA di Indonesia
Eksploitasi adalah upaya atau tindakan penguasaan dan
penguasaan untuk mengeruk dan menguras potensi sumber daya, baik sumber daya
alam maupun sumber daya manusia(tenaga kerja murah). Keadaan Indonesia sebagai Negara
berkembang telah mendorong penyelenggara
pemerintahan memanfaatkan keberadaan sumber daya alam yang melimpah, dengan
harapan terjadinya percepatan pembangunan untuk mencapai kesejahteraan rakyat,
dan terjaganya stabilitas ekonomi secara nasional.
Kerentanan ekonomi sebagai Negara berkembang dimanfaatkan secara sempurna oleh kekuatan
ekonomi Negara maju melalui multikorporasi yang berusaha menjalin kerja sama
dengan pemerintah Indonesia untuk melakukan investasi pada berbagai bidang,
seperti bidang kuhutanan, pertambangan dan energy, perkebunan, pesisir dan
kelautan, ekonomi dan perdagangan, dll.
Ketika mesin ekonomi
kapitalisme berputar cepat di Indonesia melakukan eksploitasi SDA, maka
ketika itulah mencuat geliat perambahabn SDA dari keberadaan mega-mega proyek
industry skala besar diberbagai bidang. Tidak heran dari ujung paling barat
Wilayah Indonesia sampai paling timur, kini telah di eksploitasi secara membabi
buta, wilayah Sumatra dirubah menjadi lading minyak, gas, dan sawit. Kalimantan
untuk tambang batu bara dan mineral. Hal serupa juga terjadi dipulau jawa,
Sulawesi dan irian jaya.
b.
Problematika
SDA/Lingkungan
SDA adalah kekayaan bangsa yang tak ternilai bagi manusia,
yang telah memberikan dorongan bagi berlangsungnya proses kehidupan dalam
peradaban yang saling menguntungkan, sehingga manusia dapat hidup secara layak
dan harmonis karena layanan alam yang menjadi penopangnya.
Namun ketika kapitalisme dan
komoditasasi SDA dan hutan yang ternyata menyebabkan suatu krisis hubungan
antara manusia dan SDA. Pola hubungan eksploitatif oleh kekuatan capital dalam
pengolahan SDA dan hutan investasi belum menunjukkan dorongan terhadap rasa
keadilan dan berkelanjutannya bagi rakyat banyak.
Komersialisasi dan moneteralisasi
diberbagai bidang secara pasti telah memarginalkan dan menyingkirkan peran
masyarakat local dalam pengelolahan SDA, sehingga hampir semua titik yang sudah
mengeksploitasi SDA selalu menorah masalah yang kerap mencuat kepermukaan,
diantaranya:
1. Konflik Berkepanjangan
Dalam sejarah eksploitasi SDA dalam
skala besar yang melibatkan perusahaan
besar dan agen kapitalisme global, selalu ada terjadi konflik itu
terjadi antar masyarakat yang pro dan kontra, antara masyarakat masyarakat yang
dirugikan dengan pihak perusahaan maupun antar masyarakat dengan pemerintah.
Ada 3 hal pokok yang melatar belakangi konflik-konfik
penguasaan SDA dan hutan, yaitu:
1)
kuatnya
intervensi modal dalam system ekonomi nasional yang berujung pada pemihakan
yang berlebihan pada capital dari penyelenggaraan Negara.
2)
dominannya
pemerintah dengan memposisikan diri sebagai yang paling menentukan arah
pembangunan, sehingga sentralisasi keputusan dan kebijakan pemerintah menjadi
hal yang lumrah saja, tidak perduli terhadap keberadaan masyarakat lokal yang
tergantung hidupnya dari sumber daya hutan.
3)
lemahnya jaminan dan perlindungan
formal Negara terhadap hak-hak masyarakat lokal atau adat dalam
perundang-undang nasional.
2. Pemiskinan Masyarakat Asli
Indonesia adalah Negara tropis yang
kebanyakan warganya hidup mengandalkan basis ekonomi agraris, sehingga tingkat
ketergantungan hidsup masyarakatnya dari kekayaan agraria dan SDA sekitarnya
sangat kuat. Namun ketika investasi dalam meluruhlantakan SDAnya maka dapat
dipastikan terjadi penyingkiran yang sistematik. Masyarakat dari sumber
kehidupannya dan pasti proses produksi masyarakat asli akan terganggu dan
menjadi tidak berdaya(miskin). Ini terjadi tentunya karena masyarakat
kehilangan hak atas tanah, kehilangan hak atas hutan dan SDAnyayang selama ini
telah memberikan sumbangsih bagi kehidupannya.
3. Penghancuran Lingkungan Hidup
Eksploitasi
juga sangat berdampak kepada penghancuran dan pemusnahan spesies dan
keaneragaman hayati perusahaan-perusahaan seperti perusahaan pertambangan dan
penerbangan kayu merupakan kegiatan kegiatan manusia yang paling merusak
menurut lingkungan hidup, seraya memainkan peran penting bagi musnahnya dengan
cepat hutan-hutan yang tumbuhnya lambat serta rawa-rawa. Hilangnya
habitat-habitat yang kerap kali tidak dapat digantikan itu sedang menguras
gudang keaneragaman hayati dunia.
4. Ancaman
Bencana Alam
Terjadinya konversi lahan hutan
kepada berbagai kegiatan industri, membawa dampak kepada kerusakan ekologis dan
ekosistem, dan inilah yang telah mempengaruhi daya dukung lingkungan, sehingga
menyebabkan petaka bagi kelestarian keanekaragaman hayati, bagi kesediaan air,
bagi kenyamanan iklim tropis.
Dampak lingkungan kian hari daya dukung lingkungan, sehingga
bencana alam selalu dating silih berganti di Negara ini. Banjir, tanah longsor,
kekeringan/pemanasan global, gempa bumi, perubahan iklim dan kebakaran hutan
menjadi musibah yang selalu akrab mengintai masyarakat yang berada didekat
lokasi titik kerusakan lingkungan hidup.
5. Jalan Pintas Menuju Kebangkrutan Bangsa
SDA Indonesia melimpah menjadi incaran para investor asing
dan mendapat sambutan yang hangat dari pemerintah lewat keleluasaan yang diatur
dalam UU penanaman modal asing. SDA kita telah dikuasai oleh pihak asing, jadi
sudah berapa besarkah kekayaan alam kita yang dikuras dibawa keluar negeri.
Sementara pendapatan Negara hanya didapat dari royalty,
pajak dan iuran perusahaan yang tidak seberapa bila dibandingkan yang dibawa
keluar Indonesia.pengelola yang salah selama ini dianggap prestasi monumental
dalam kolongmerasi SDA dan hutan yang identik dengan praktek kapitalisme, dan
memarginalkan masyarakat yang survival dari sumber daya hutan.
E.
Pelestarian
Sumber Daya Alam di Bumi
Berbagai
upaya telah dilakukan pemerintah RI dalam menghadapi kemerosotan kualitas
sumber daya alam dan lingkungan hidup, antara lain:
1. Dikeluarkannya
UU No. 4 Tahun 1982, yaitu UU tentang ketentuan poko lingkungan hidup.
2. Menyelenggarakan
pendidikan kependudukan dan lingkungan hidup (PKLH), lewat jalur formal (dengan
memasukkan PKLH pada kurikulum sekolah memlalui dari sekolah dasar sampai
perguruan tinggi), informal (pendidikan dalam keluarga), dan non formal
(pendidikan di luar keluarga dan diluar sekolah).
3. Mengadakan
konservasi sumber daya alam, misalnya dengan adanya cagar alam (hutan lindung),
suaka margasatwa, dan lain-lain.
4. Melakukan
bergbagai penelitian dan pengembangan sumber daya alam dengan maksud
menginventarisasi dan memperoleh cara maupun sistem pengelolaan lingkungan
hidup yang hebat.
Manajemen
Perlindungan Keanekaraman Hayati dalam Prespektif Global dan Lokal dari Gerakan
Sosial:
Kajian
tentang keanekaragaman hayati ini telah dibahas secara global oleh Bank Dunia
NGO (World Conservation Union, World
Resources institute dan World
Wildfile Fund) dan didukung oleh Negara-negara G-7. Hal ini berdasarkan
atas adanya ancaman kelestarian keanekaragaman hayati yang akan menimbulkan
hilangnya spesies dan rusaknya habitat serta ekosistem , sehingga diperlukan
mekanisme yang sesuai bagi manajemen keanekaragaman hayati secara nasional.
Setelah diadopsinya Convention of
Biological Diversirty (CBD) dalam Rio Earth Summit pada 1992, merupakan
awal bagi kehidupan bentuk pendekatan internasional dalam melindungi
keanekaragaman hayati. Mekanisme yang digunakan dalam perlindungan keanekaragaman hayati adalah mekanisme yang
terencana melalui pendekatan ethnografi. Secara ethonografi aktivitas CBD
sangat terkait dengan pelaksanaannya, dimana suatu prespektif ethografi dalam
jaringan pusat CBD juga menguji
mekanisme kepemimpinan bagi objek konstruksi dan konsep dari studi, mencakup
pemasukan dan spesifikasi yang progresif dari area kebijakan dan pengetahuan
yang baru (keanekaragaman hayati hutan, keanekaragaman hayati budidaya
pertanian, keanekaragaman hayati kelautan, biosafety).
Akhirnya, proses kunci yang di uji dari prespektif ethnografi seperti itu
adalah tumbuhnya keikutsertaan dari NGO-NGO dan gerakan sosial.
Beberapa
tindakan internasional telah diambil, namun semua itu terbatas cakupannya,
hanya sebagian yang berhasil, dan sifatnya pun kreatif. UNESCO membuka suatu clearing house untuk informasi tentang
alam dan keanekaragaman hayati yang mendukung pengelolaan sejumlah ekosistem
istimewa di beberapa tempat di dunia, tetapi sayangnya semua kegiatan-kegiatan
tersebut hanya memperoleh dana sedikit. UNESCO telah berusaha untuk mendirikan
suatu sistem global cadangan biosfer yang mewakili 200 “kawasan biotic” dibumi
dengan sejumlah komunitas spesies sampel. Tetapi baru sepertiga cadangan yang
diperlukan yang telah didirikan, meskipun untuk mendirikan dan menoperasikan
cadangan sisanya tersebut hanya diperlukan biaya sekitar $ 15 juta setahun.
Badan-badan PBB seperti Organisasi pangan dan
pertanian (FAO) serta Program Lingkungan PBB (UNEP) juga mempunyai
program-program yang berhubungan dengan spesies yang terancam, sumber daya
genetik, dan ekosistem yang istimewa. Akan tetapi apabila semua kegiatan itu
digabungkan pun masih belum sebanding dengan kegiatan yang diperlukan. Di
antara badan-badan nasional, badan AS (Amerika Serikta) untuk Pembangaunan
Internasional (USAID) menjadi pelopor dalam mengenalai manfaat konservasi
spesies. Undang-undang yang disetujui kongres AS pada tahun 1986 yang
menyetujui mengeluarkan $2,5 juta setahun untuk tujuan ini. Sekali lagi, ini
harus dipandang sebagai suatu langkah penting dibandingkan dengan hal yang
telah dikerjakan sa,pai saat ini oleh badan-badan bilateral, meskipun apabila
dibandingkan dengan kebutuhan jumlah sebesar itu sangat belum memadai.
Persatuan
Internasional bagi Konservasi Alam dan Sumberdaya Alam (IUCN) yang berkejasam
dengan UNEP, World Wildlife Fund, Bank Dunia dan berbagai bantuan teknis
internasional, juga mendirikan “Pusat Pemantauan Konservasi” untuk menyediakan
data mengenai spesies dan ekosistem dari berbagai bagian dunia dengan cepat dan
mudah. Suatu inisiatif penting yang mencoba memasukkan konservasi secara jujur
ke dalam agenda pembangunan internasional adalah Rencana Aksi Kehutanan Tropik
(Tropikal Foresty Action Plan), upaya
perlindungan spesies juga dilakukan oleh FAO yang berkerjasama dengan Bank
Dunia, IUCN, Institut Sumberdaya Sedunia dan Program Pembangunan PBB (UNDP) dan
masih banyak lagi lembaga-lembaga lainnya. Hasil dari kerjasama ini adalah
menyarankan perumusan tinajuan kehutanan nasional,rencana kehutanan nasional,
mengidentifikasi proyek-proyek baru, meningkatkan kerjasama antara berbagai
badan bantuan pembanguna yang bergerak dalam sector kehutanan, serta
meningkatkan arus sumberdaya teknik dan keuangan ke dalam kehutanan dan
bidang-bidang yang berkaitan seperti pertanian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar