Bumi dan Manusia sebagai Penghuni Bumi
A.
Manusia dan Negara
1.
manusia
sebagai makhluk individu dan makhluk sosial
Kata manusia berasal dari kata manu (sansekerta),
atau mens (latin) yang berarti berpikir, berakal budi, atau homo yang
berarti seseorang yang di lahirkan dari tanah, humus = tanah.
Manusia sebagai makhluk individu, terdiri dari unsur jasmani
(raga) dan unsur rohani (jiwa) yang merupakan satu kesatuan.Manusia sebagai
makhluk sosial, sering di sebut zoon politicon, yaitu makhluk yang pada
dasarnya ingin bergaul dengan manusia yang lainnya (Aristoteles, 384-322 M)
2.
makna bangsa
Bangsa adalah komunitas etnik yang ciri-cirinya adalah,
memilki nama, wilayah tertentu, mitos leluhur bersama, kenangan bersama, satu
atau beberapa budaya yang sama dan solidaritas tertentu.
3.
makna
negara
Negara adalah organisasi yang di dalamnya ada rakyat,
wilayah yang permanen, dan pemerintahan yang berdaulat (baik ke dalam maupun ke
luar).Dalam arti luas negara merupakan kesauan sosial (masyarakat) yang di atur
secara konstusional untuk mewujudkan kepentingan bersama.
B.
Perkembangan penduduk di dunia
jumlah
penduduk pada suatu negara selalu mengalami perubahan yang disebabkan oleh
faktor kelahiran, kematian dan migrasi atau perpindahan penduduk. Perubahan keadaan
penduduk tersebut dinamakan dinamika penduduk. Dinamika atau perubahan penduduk
cenderung kepada pertumbuhan. Pertumbuhan penduduk ialah perkembangan jumlah
penduduk suatu daerah atau negara. Jumlah penduduk suatu negara dapat diketahui
melalui sensus, registrasi dan survei penduduk. Jumlah penduduk Indonesia sejak
sensus pertama sampai dengan sensus terakhir jumlahnya terus bertambah. Sensus
pertama dilaksanakan pada tahun 1930 oleh pemerintah Hindia Belanda. Sedangkan
sensus yang pernah dilakukan oleh pemerintah Indonesia adalah pada tahun 1961,
1971, 1980, 1990 dan yang terakhir 2000. Sensus di Indonesia dilaksanakan oleh
Badan Pusat Statistik (BPS) dan waktu pelaksanaan sensus di Indonesia diadakan
sepuluh tahun sekali. Berikut ini merupakan jumlah penduduk Indonesia
berdasarkan sensus tahun 1930 – 2000.
Berdasarkan
data sensus di atas dapat dilihat bahwa perkembangan jumlah penduduk di
Indonesia selalu mengalami peningkatan. Peningkatan perkembangan jumlah
penduduk tersebut tidak hanya terjadi di negara Indonesia. Perkembangan
penduduk juga terjadi di negara-negara lain. Berikut ini meruakan penjelasan
mengenai perbandingan jumlah, kepadatan dan laju penduduk Indonesia dengan
beberapa negara lain.
Dalam hal jumlah penduduk, Indonesia
menempati urutan pertama di negara ASEAN. Berdasarkan pada aspek kepadatan
penduduknya, indonesia menempati urutan ke lima, yaitu 114 jiwa per km2.
Kepadatan penduduk tertinggi di negara-negara ASEAN ditempati oleh negara
Singapura, sedangkan kepadatan penduduk terendah ditempati oleh negara Brunei
Darussalam. Sedangkan pada tahun 2005, laju pertumbuhan penduduk di Indoesia
menenpati posisi ke enam (1,45% per tahun), setelah Laos (2,3% per tahun)
Filipina (2,0% per tahun) Malaysia (1,80% per tahun), Brunei Darussalam (1,9%
per tahun), Kamboja (1,8% per tahun) serta Singapura dan Thailand (0,8% per
tahun). Di negara-negara ASEAN, beberapa negara pertumbuhan penduduknya masih
tergolong tinggi. Akan tetapi secara keseluruhan persentase pertumbuhan
penduduk telah mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Berikut ini merupakan
tabel pertumbuhan penduduk negara ASEAN pada tahun 2005.

Jumlah penduduk negara Indonesia
apabila dibandingkan dengan negara-negara di dunia, maka Indonesia menempati
posisi ke empat yaitu sebanyak 215,27 juta jiwa. Sedangkan negara-negara di
dunia yang menenpati posisi pertama, kedua dan ketuga dalam hal jumlah penduduk
yaitu negara Cina (1,306 milyar jiwa), India (1,068 milyar jiwa) dan Amerika
Serkat (295 juta jiwa) pada tahun 2005. Negara terpadat penduduknya adalah
Macao (22.260 jiwa per km2), setelah itu Monako(16.135 jiwa per km2)
dan Singapura (7.461 jiwa per km2). Indonesia memiliki kepadatan
penduduk jauh di bawah ketiga negara tersebut, yaitu sebesar 341 jiwa per km.
Berikut ini merupakan tabel yang menunjukkan pertumbuhan penduduk di
negara-negara dunia.

Berdasarkan
tabel di atas,maka dapat diketahui bahwa negara Cina dan India adalah dua
negara yang jumlah penduduknya terbesar, bukan hanya di Asia tetapi juga di
dunia dan sudah berusaha menekan laju pertumbuhan penduduknya. Selain mengenai
pertumbuhan penduduk di Cina dan India. Pertumbuhan penduduk di negara-negara
Afrika dan Timur Tengah umumnya masih sangat tinggi dan berada di atas
Indonesia serta negara Amerika Serikat, Eropa dan Rusia umumnya sangat kecil.
Berikut ini merupakan peta dunia yang menggambarkan pertumbuhan penduduk pada
tahun 2000 yang dinyatakan dalam persen.
C.
Persebaran penduduk di dunia
Penyebaran penduduk dapatlah diartikan pindahnya penduduk dari
satu tempat ke tempat lain oleh apapun sebabnya, yang akan mengakibatkan
terjadinya perubahan penduduk. Prosesnya dengan imigrasi atau emigrasi dan
transmigrasi.
Penyebaran penduduk juga tidak terlepas dari konsep tentang
kemajuan masyarakat atau kemajuan kebudayaan manusia yang dengan lambat
berkembang dari bentuk- bentuk bersahaja ke bentuk- bentuk yang kompleks. Mulai
dari tingkat masyarakat berburu atau tingkat liar (savage), tingkat beternak
atau tingkat barbar (barbarism), dan tingkat pertanian ketika berkembang
peradaban (civilization). Dengan perkembangan kebudayaan ini otomatis akan
terjadi penyebaran penduduk yang erat hubungannya dengan faktor ekologis.
Bilamana menemukan daerah subur, disitu peradaban akan berkembang dan penduduk
menetap. Contoh daerah Euphrat dan Tigris merupakan lembah yang pernah dialami
penduduk yang cukup padat.
Kalau dilihat secara umum, terjadinya migrasi-migrasi itu ada yang
lambat, otomatis, cepat dan mendadak. Hal ini sejajar dengan perkembangan
makhluk manusia yang selalu membanyak jumlahnya dan menginginkan tempat-tempat
yang baru di muka bumi.
Kalau melihat rekontruksi W. Howells Nampak bahwa migrasi-migrasi
besar penduduk dunia antara 80.000 sM sampai 1.000 sM cenderung menyusuri
pantai- pantai di setiap benua dan membuat garis spiral dengan arah ke
pedalaman.
Migrasi yang lambat terjadi pada kelompok manusia yang pindah dari
Benua Asia ke Benua Amerika pada akhir zaman Glasial ke-4. Selama beribu- ribu
tahun lamanya binatang maupun manusia mulai pindah ke utara. Migrasi yang cepat
dan mendadak diakibatkan oleh bermacam sebab, misalnya karena bencana alam,
wabah, perubahan mata pencaharian, dan peperangan. Ada juga yang disebabkan
oleh peristiwa khusus seperti pelayaran bangsa cina di Asia Timur dan Asia
Tenggara, pelayaran bangsa Arab, dari Asia Barat ke Afrika Utara, pelayaran
bangsa Eropa ke Benua Afrika, Asia, dan Amerika.
Ada dua faktor yang mempengaruhi penyebaran penduduk, yaitu faktor
pendorong dan faktor penarik. Faktor pendorong dapat disebabkan oleh alasan
ekonomi, politis dan agama. Contohnya orang Vietnam yang mengungsi, orang
Yahudi yang kembali ke Cina setelah Perang Dunia II, orang islam di India yang
beremigrasi massal ke Pakistan. Faktor penarik sifatnya umum, misal propaganda
suatu Negara untuk menarik para imigran. ` Selanjutnya,
Petersen mengemukakan adanya migrasi primitif, penyebaran yang tidak tentu
seperti mencari makan (food-gathering) dan berburu (barbar), berkelana
(wandering) dan berkelompok menjelajahi suatu wilayah (ranging). Semua migrasi
ini disebabkan oleh dorongan ekologis, sebagai hubungan antara alam dengan
manusia. Pada zaman modern motif migrasi adalah adanya revolusi industri,
korban perang, atau membuka daerah pertanian baru.
Menurut ahli demografi yang
mengamati dinamika penduduk Indonesia secara makro, penduduk Indonesia bersifat
highly immobile, tidak banyak berpindah-pindah untuk menetap di luar daerah
kelahiran mereka kalau tidak terpaksa atau dipaksa untuk pindah. Istilah
berpindah ini disebut migrasi, yaitu perpindahan ke luar dari batas daerah
kebudayaan seseorang. Pengertian ini lebih tepat untuk kondisi migrasi di
Indonesia, yang pada umumnya mobilitas penduduk Indonesia bersifat merantau
dengan tujuan mencari mata pencaharian yang lebih baik, bersifat sementara dan
punya harapan kembali ke kampung halaman. Migrasi yang tidak berdasarkan sikap
serta harapan untuk kembali ke kampung halaman asli, terjadi pada masyarakat
batak toba akibat terlalu padat penduduknya sekitar tahun 1930.
D.
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan penduduk
Pertambahan penduduk
pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor – faktor demografi sebagai berikut :
1. Kematian (Mortalitas)
1. Kematian (Mortalitas)
Kematian adalah
hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia secara permanen. Kematian bersifat
mengurangi jumlah penduduk dan untuk menghitung besarnya angka kematian caranya
hampir sama dengan perhitungan angka kelahiran. Banyaknya kematian sangat
dipengaruhi oleh faktor pendukung kematian (pro mortalitas) dan faktor
penghambat kematian (anti mortalitas).
a) Faktor
pendukung kematian (pro mortalitas)
Faktor ini
mengakibatkan jumlah kematian semakin besar. Yang termasuk faktor ini adalah:
– Sarana kesehatan yang kurang memadai.
– Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan
– Terjadinya berbagai bencana alam
– Terjadinya peperangan
– Terjadinya kecelakaan lalu lintas dan industri
– Tindakan bunuh diri dan pembunuhan.
– Sarana kesehatan yang kurang memadai.
– Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan
– Terjadinya berbagai bencana alam
– Terjadinya peperangan
– Terjadinya kecelakaan lalu lintas dan industri
– Tindakan bunuh diri dan pembunuhan.
b)
Faktor penghambat kematian (anti mortalitas)
Faktor
ini dapat mengakibatkan tingkat kematian rendah. Yang termasuk faktor ini
adalah:
– Lingkungan hidup sehat.
– Fasilitas kesehatan tersedia dengan lengkap.
– Ajaran agama melarang bunuh diri dan membunuh orang lain.
– Tingkat kesehatan masyarakat tinggi.
– Semakin tinggi tingkat pendidikan penduduk.
– Lingkungan hidup sehat.
– Fasilitas kesehatan tersedia dengan lengkap.
– Ajaran agama melarang bunuh diri dan membunuh orang lain.
– Tingkat kesehatan masyarakat tinggi.
– Semakin tinggi tingkat pendidikan penduduk.
2. Kelahiran (
Natalitas )
Kelahiran bersifat
menambah jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang menghambat kelahiran (anti
natalitas) dan yang mendukung kelahiran (pro natalitas).
Faktor-faktor
penunjang kelahiran (pro natalitas) antara lain:
• Kawin pada usia muda,
karena ada anggapan bila terlambat kawin keluarga akan malu.
• Anak dianggap sebagai sumber tenaga keluarga untuk membantu orang tua.
• Anggapan bahwa banyak anak banyak rejeki.
• Anak menjadi kebanggaan bagi orang tua.
• Anggapan bahwa penerus keturunan adalah anak laki-laki, sehingga bila belum ada anak laki-laki, orang akan ingin mempunyai anak lagi.
• Anak dianggap sebagai sumber tenaga keluarga untuk membantu orang tua.
• Anggapan bahwa banyak anak banyak rejeki.
• Anak menjadi kebanggaan bagi orang tua.
• Anggapan bahwa penerus keturunan adalah anak laki-laki, sehingga bila belum ada anak laki-laki, orang akan ingin mempunyai anak lagi.
Faktor
pro natalitas mengakibatkan pertambahan jumlah penduduk menjadi besar.
• Adanya program
keluarga berencana yang mengupayakan pembatasan jumlah anak.
• Adanya ketentuan batas usia menikah, untuk wanita minimal berusia 16 tahun dan bagi laki-laki minimal berusia 19 tahun.
• Anggapan anak menjadi beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
• Adanya pembatasan tunjangan anak untuk pegawai negeri yaitu tunjangan anak diberikan hanya sampai anak ke – 2.
• Penundaaan kawin sampai selesai pendidikan akan memperoleh pekerjaan.
• Adanya ketentuan batas usia menikah, untuk wanita minimal berusia 16 tahun dan bagi laki-laki minimal berusia 19 tahun.
• Anggapan anak menjadi beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
• Adanya pembatasan tunjangan anak untuk pegawai negeri yaitu tunjangan anak diberikan hanya sampai anak ke – 2.
• Penundaaan kawin sampai selesai pendidikan akan memperoleh pekerjaan.
3. Migrasi
Migrasi penduduk adalah
perpindahan penduduk dari tempat yang satu ke tempat lain. Dalam mobilitas
penduduk terdapat migrasi internasional yang merupakan perpindahan penduduk
yang melewati batas suatu negara ke negara lain dan juga migrasi internal yang
merupakan perpindahan penduduk yang berkutat pada sekitar wilayah satu negara
saja.
Faktor-faktor terjadinya
migrasi, yaitu :
1.
Persediaan sumber daya alam
Pengertian mengenai perubahan ini sangat penting dalam kaitannya dengan sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui, dan memang jenis sumberdaya inilah yang seringkali dikhawatirkan akan segera punah.
Pengertian mengenai perubahan ini sangat penting dalam kaitannya dengan sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui, dan memang jenis sumberdaya inilah yang seringkali dikhawatirkan akan segera punah.
2.
Lingkungan social budaya
Subyek utama dalam mengungkap permasalahan lingkungan hidup adalah manusia. Manusia dan lingkungan hidup (alam) memiliki hubungan yang sangat erat. Keduanya saling memberi dan menerima pengaruh satu sama lain. Pengaruh alam terhadap manusia lebih bersifat pasif, sedangkan pengaruh manusia terhadap alam lebih bersifat aktif.
Subyek utama dalam mengungkap permasalahan lingkungan hidup adalah manusia. Manusia dan lingkungan hidup (alam) memiliki hubungan yang sangat erat. Keduanya saling memberi dan menerima pengaruh satu sama lain. Pengaruh alam terhadap manusia lebih bersifat pasif, sedangkan pengaruh manusia terhadap alam lebih bersifat aktif.
3.
Potensi ekonomi
Pertumbuhan ekonomi yang diikuti oleh perubahan dalam struktur dan corak kegiatan ekonomi atau usaha meningkatkan pendapatan per kapita dengan jalan mengolah kekuatan ekonomi potensial menjadi ekonomi riil melalui penanaman modal,
“penggunaan teknologi, penambahan pengetahuan, peningkatan keterampilan, penambahan kemampuan berorganisasi, dan manajemen.
Pertumbuhan ekonomi yang diikuti oleh perubahan dalam struktur dan corak kegiatan ekonomi atau usaha meningkatkan pendapatan per kapita dengan jalan mengolah kekuatan ekonomi potensial menjadi ekonomi riil melalui penanaman modal,
“penggunaan teknologi, penambahan pengetahuan, peningkatan keterampilan, penambahan kemampuan berorganisasi, dan manajemen.
4.
Alat masa depan
Perlu diketahui bahwa usia 15 – 49 tahun adalah usia subur bagi wanita. Pada usia itulah wanita mempunyai kemungkinan untuk dapat melahirkan anak.
Perlu diketahui bahwa usia 15 – 49 tahun adalah usia subur bagi wanita. Pada usia itulah wanita mempunyai kemungkinan untuk dapat melahirkan anak.
E.
Proyeksi dan prediksi penduduk masa datang
Kini penduduk . angka ini dunia bertambah dengan 2,1% setiap
tahunnya. Angka ini merupkan pukulratanya saja: adapun kenyataannya berdasarkan
wiliyah demikian: untuk beberapa Negara di eropa hanya 0,5% yang berarti bahwa
untuk menjadi dua lipat diperlukan masa 140 tahun, adapun pertambhannya
tertinggi di Amerika Selatan, Afrika dan Asia, dapat lebih dari 3% bagi
beberapa negranya. Disitu untuk mencapai kelipatan dari jumlah penduduk
dibutuhkan kurang dari 25 tahun.
Pertambahan yang pesat yang biasa disebut dengan
istilah eksponensial itu terutama disebabkan oleh penurunan angka kematian. Di
dunia barat kematian bayi maih menyusu
besranya 1,5%. Perlu dicatat bahwa dua abad yang lalu di Eropa jumlah manusia
yang dapat mencapai usia dewasa kurang separuhnya saja. Namun maltuhs (1978)
sudah mengkhawatirkan datangya bahaya kelebihan penduduk.
Meskipun sekarang dunia berusaha keras mengendalikan
laju pertambahan penduduknya, menurut perhitungan untuk dicapainnya berhentinya
pertambahan masih diperlukan waktu lebih 40 tahun lagi. Ini disebabkan karena
calon orangtua tahun 2000 sekarang sudah hadir didunia. Bahkan dengan
pembatasan kelahiran sekalipun, jumlah penduduk dunia 4 milyar sekarang ini
masih mampu untuk bertambah hingga mendekati kelipatan dua kali. Pada tahun
2020 diduga penghuni planet kita berjumlah 7 milyar. Namun berdasarkan
sensusnya pada akhir tahun 1980 dapat menujukkan bahwa pada tahun 2000 nanti
tak perlu dibebani jumlah penduduk sebnyak 280 juta: mungkin kita berhasilkah
mengendalikan laju pertumbuhan penduduk kita sehingga tercepai jumlah ideal yakni
225 juta saja.
Sumber:
Barclay, W.George. 1984. Teknik Analisa Kependudukan. Jakarta: Bina Aksara.
Daljoeni. (1986). Pokok-pokok Geografi Manusia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar